Langsung ke konten utama

[KAMUS 2021] Generasi Z dan Teknologi: Guna Teknologi Bagi Civitas Smansa

  ― article by Soraya Anastasia N. (X-4)



Gen Z. Apakah itu? Generasi Z merupakan generasi yang lahir dalam jangkauan tahun 1995-2010, generasi setelah generasi millennial. Anak-anak generasi Z dapat beranjak dari sekitar 11 hingga 16 tahun. Artinya kita, sebagai civitas smansa Angkatan 43-45, merupakan generasi Z.

Coba ingat, sejak usia berapa kalian menggunakan hape/telepon genggam? Ada yang sudah menggunakannya sejak usia dini, ada juga yang baru belajar mengoperasikan hape.

              Namun, kebanyakan dari kita semua pasti tau cara menggunakan hape, karena hape merupakan salah satu yang paling penting untuk digunakan dalam zaman ini. Oleh karena itu, Generasi Z juga disebut Generasi I, karena kita merupakan generasi yang tidak mengenal kehidupan tanpa teknologi.

Untuk diri kalian sendiri, coba tanyakan, “Apakah guna teknologi bagiku?” Bagi tiap civitas smansa, guna teknologi beragam. Ada yang menggunakan teknologi untuk mempermudah proses pembelajaran. Kadang, terdapat beberapa materi yang dijelaskan secara lebih lengkap di internet, namun tidak ada di dalam buku, kan? Terdapat juga tugas yang diberikan oleh guru atau  pertanyaan dalam ujian, namun jawabannya tidak ada di buku. Dalam hal ini, internet sangatlah berguna bagi kita untuk menemukan jawaban atas pertanyaan - pertanyaan ulangan serta mempermudah untuk mengerjakan tugas tersebut.

Guna lain teknologi adalah untuk mempermudah komunikasi. Misalnya, dalam situasi pandemi seperti ini, pergerakan semua orang menjadi terbatas. Tidak boleh berpergian kemana- mana. Namun, berkat perangkat-perangkat seperti hape, laptop, dan komputer serta aplikasi seperti WhatsApp dan Zoom, kita masih dapat berkomunikasi. Sekolah masih dapat dijalankan, walaupun melalui PJJ, kita semua masih bisa videocall menggunakan hape, dan guru serta murid dapat bertanya-jawab melalui media WhatsApp

Ada juga guna teknologi, yaitu sebagai hiburan. Stress yang disebabkan oleh ujian yang tiada henti dan tugas-tugas yang menumpuk ini tentu harus dihilangkan. Dengan cara apa tuh? Betul sekali. Dengan cara beristirahat dan menghibur diri. Ada yang menggunakan perangkat mereka untuk membuka sosmed(sosial media) seperti IG, Youtube, dan lain-lain. Ada pula yang menggunakannya untuk bermain game seperti Mobile Legends, PUBG, dan lain sebagainya. Apapun itu untuk meredakan stress.

Dengan begitu, banyak hal yang dapat dilakukan menggunakan teknologi. Mengingat bahwa teknologi selalu berkembang, kita, sebagai manusia juga harus berkembang menjadi lebih  baik, untuk membanggakan negeri ini, untuk membanggakan SMANSA. Dengan luapan informasi dari internet serta teknologi yang melimpah, mari kita saring apa yang baik serta apa yang buruk. Dengan begitu, kita tidak akan menggunakan teknologi untuk aktivitas yang tercela.  Ingatlah bahwa ilmu yang kita peroleh serta Nurani yang kita miliki harus dimanfaatkan sebaik- baiknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

When Reality Hits Worse Than a Hangover: It’s Gen-Z’s Survival Guide!

Artikel oleh Naya Shakila XII-8 “When Reality Hits Worse Than a Hangover: It’s Gen-Z’s Survival Guide!”           Hi, Smansa-fellas! Kembali lagi bersama blog CIRRUS karya remaja-remaja unik SMANSA! Gimana nih kabar temen-temen semua pasca liburan sekolah? Ada yang baca ini sambil males-malesan masuk sekolah? atau… males ketemu temen baru sehabis naik kelas? Waktu liburan sudah usai, tapi rasanya... HADUUHHH. Mata kayak dilakban, air pagi serasa duri, maunya sih liat alam dan gedung tinggi, jalan-jalan sambil pakai baju cantik. Eh nyatanya, udah harus balik sekolah, bergelut dengan tugas yang… ADUH! gak ada habisnya. Nah, maka dari itu, Blog CIRRUS kali ini akan membahas mengenai.. “CARA MENGATASI POST-HOLIDAY SYNDROME DENGAN CARA YANG GEN Z CODED BANGET!”           Teman-teman pembaca, sebagai Gen-Z pasti udah akrab banget nih sama feeling ini. Tapi tenang, jangan sampe Post-Holiday Syndrome bikin kita stuck di “delulu” mode p...

[KAMUS 2021] Generasi Z dan Teknologi: Cyberbullying

 ― article by Artia Raisha (X-1) Hidup di era revolusi industri 4.0, menuntut kita sebagai anak muda untuk mahir dalam menggunakan teknologi. Namun, alangkah baiknya sebelum menggunakan teknologi kita dapat mengetahui etika dalam menggunakan teknologi tersebut, termasuk dalam penggunaan teknologi        digital. Kalian sudah pernah dengar cyberbullying? Cyberbullying adalah perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Kejahatan seperti ini bermula dari perilaku merendahkan martabat dan mengintimidasi orang lain melalui media maya. Tindakan bullying seperti ini lebih berbahaya, karena dapat dilakukan siapa  saja, kapan saja, dan dimana saja. Bagaimana contoh dari cyberbullying ? Menyebarkan sesuatu yang bukan fakta atau meyebarkan hal memalukan tentang seseorang, mengirim pesan dengan kata-kata yang tidak pantas yang berdampak pada mental seseorang, atau membuat sebuah akun palsu dengan mengatasnamakan seseorang kemudian men...

Reset & Refresh : How to Start the New School Term with a Positive Mindset

Artikel oleh Ratu Sinta (CIRRUS 48)     Halo, sivitas SMANSA! Kembali lagi bersama blog CIRRUS, blog karya remaja-remaja penuh semangat dan cerita dari SMANSA! Gimana kabarnya nih teman-teman? Semoga selalu sehat dan semangat ya! Siapa di sini yang waktu liburan udah bilang dengan lantang, “Semester 2 aku harus semangat!” Tapi… pas masuk sekolah, liat kelas langsung ngantuk, liat kantin langsung pengen jajan, liat PR langsung pura-pura gak liat?      Iya, kita semua pasti relate banget! Liburan memang sudah lewat, tapi semangat buat semester baru tetap harus ada dong! Sekarang saatnya kita reset & refresh , menyambut semester dua dengan hati yang lebih ringan dan semangat yang baru. Yuk bareng-bareng kita mulai lagi dengan harapan segar, karena setiap tantangan di semester ini adalah kesempatan buat kita berkembang dan jadi lebih baik. Ayo, kita hadapi semuanya dengan pikiran positif! Bulan demi bulan udah kita lewati bareng, dan sekarang kita udah sampai d...