Langsung ke konten utama

[KAMUS 2021] Generasi Z dan Teknologi: Seberapa Maju Teknologi dalam Generasi Z?

  ― article by Davina Salsabilah (X-3)


 

Tau gak, sih, kalian? Dalam teori generasi yang ditemukan oleh Graeme Codrington  dan Sue Grant-Marshall, Penguin pada tahun 2004, generasi dibagi menjadi lima sesuai tahunnya. Nah, yang akan kita bahas kali ini adalah Generasi Z dan teknologinya. Sebelum           masuk lebih dalam mari kenalan dulu apa itu Gen Z.

Gen Z atau Generasi Z adalah generasi yang lahir dalam rentang tahun 1996 sampai dengan 2010. Generasi ini lahir setelah Generasi Millenieal yang lahir pada tahun 1981 sampai 1995. Generasi Z biasa disebut juga sebagai Generasi net atau Generasi Internet. Hal      ini disebabkan oleh teknologi yang makin berkembang pada generasi ini.

Lalu, seberapa maju teknologi pada generasi ini? Pada generasi ini, banyak teknologi yang telah berkembang. Berbeda dengan Generasi Millenial yang baru mulai mengenal teknologi seperti Video Games, komputer, dan smartphone. Genersi Z lebih maju dibandingkan dengan Millenial, Gen Z lebih memimpin dalam menggunakan teknologi tersebut.

Teknologi pada generasi ini sangat digunakan, sejak masih muda generasi ini telah mengenal teknologi. Mereka terpapar langsung dalam menggunakan teknologi dan sangat mengenal media sosial. Tidak heran, orang-orang dari generasi ini banyak yang menjadi tokoh penting melalui media sosial dari berbagai platform media.

Teknologi seperti komputer atau smartphone dapat mereka gunakan dalam kehidupan  sehari-hari. Bagi mereka Teknologi adalah hal yang wajib dalam keseharian mereka, contohnya seperti menggunakan aplikasi sebagai media berkomunikasi, media bermain, atau juga media pembelajaran. Segala hal yang mereka lakukan akan menggunakan teknologi untuk mempermudahnya. Kalau begitu, ada gak sih dampak dari penggunaan teknologi yang berlebihan? Apalagi kita ini Gen Z yang sangat ‘kecanduan’ dalam hal teknologi.

Dampak positif dari teknologi maju dalam Generasi Z adalah dengan terbantunya segala kegiatan mereka, seperti komunikasi lebih mudah, mempercepat pekerjaan juga tentunya teknologi ini sangat berguna dalam berbagai bidang. Lalu kalau dampak negatifnya? Tentu saja ada, karena majunya teknologi demi mempermudah manusia. Generasi Z seolah menjadi ‘malas’ dalam hal kehidupan. Karena dalam segala hal mereka dibantu oleh teknologi, pekerjaan mereka menjadi lebih mudah, selain itu kecanduan teknologi bisa membuat kalian malas beraktifitas.


Untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan teknologi yang berlebihan, kita harus pintar mengatur waktu dalam menggunakan teknologi. Kita harus ‘memperbudak’

teknologi, bukan teknologi yang ‘memperbudak’ kita. Gunakanlah teknologi secukupnya, jangan segala hal yang kita jalani diselesaikan menggunakan teknologi.

Sekian pembahasan mengenai Teknologi di Generasi Z. Ingat ya, gunakanlah teknologi secukupnya, gunakan teknologi sebagaimana teknologi itu diharuskan untuk membantu manusia. Tetap ingatlah bahwa teknologi memiliki berbagai dampak dalam kehidupan kita, dan kita harus bisa membuat dampak tersebut menjadi dampak positif bagi                    kehidupan kita.



Sumber Refrensi

 

Wikipedia. (Revisi, 18 September 2021). Generasi Z. Diperoleh 19 September 2021 dari Generasi Z - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Lifepal. (4 Desember 2019). Generasi Z: Ciri-Ciri Mereka yang Unik dari Generasi Lainnya. Diperoleh 19 September 2021 dari Generasi Z: Ciri-Ciri Mereka yang Unik dari Generasi Lainnya (lifepal.co.id)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

When Reality Hits Worse Than a Hangover: It’s Gen-Z’s Survival Guide!

Artikel oleh Naya Shakila XII-8 “When Reality Hits Worse Than a Hangover: It’s Gen-Z’s Survival Guide!”           Hi, Smansa-fellas! Kembali lagi bersama blog CIRRUS karya remaja-remaja unik SMANSA! Gimana nih kabar temen-temen semua pasca liburan sekolah? Ada yang baca ini sambil males-malesan masuk sekolah? atau… males ketemu temen baru sehabis naik kelas? Waktu liburan sudah usai, tapi rasanya... HADUUHHH. Mata kayak dilakban, air pagi serasa duri, maunya sih liat alam dan gedung tinggi, jalan-jalan sambil pakai baju cantik. Eh nyatanya, udah harus balik sekolah, bergelut dengan tugas yang… ADUH! gak ada habisnya. Nah, maka dari itu, Blog CIRRUS kali ini akan membahas mengenai.. “CARA MENGATASI POST-HOLIDAY SYNDROME DENGAN CARA YANG GEN Z CODED BANGET!”           Teman-teman pembaca, sebagai Gen-Z pasti udah akrab banget nih sama feeling ini. Tapi tenang, jangan sampe Post-Holiday Syndrome bikin kita stuck di “delulu” mode p...

It's Okay to Move at Your Own Pace

It's Okay to Move at Your Own Pace Halo, teman-teman sivitas Smansa! Setelah beberapa lama beristirahat, blog unik milik CIRRUS dengan karya remaja-remaja unik Smansa kembali lagi, nih! Bagaimana kabarnya,teman-teman semua? Mungkin kebanyakan dari teman-teman sekarang, pasti lagi merasa lelah, capek, dan bahkan burn out karena Smansa lagi super hectic akhir-akhir ini. Dengan cuaca yang penuh teka-teki, semoga teman-teman bisa menjaga kesehatan dan terhindar dari penyakit, ya! Ngomong-ngomong soal burn out, di masa remaja seperti kita ini, tentunya kita sering dihadapi dengan kesulitan-kesulitan; entah pelajaran atau akademis, atau bahkan organisasi! Kadang-kadang, jadwal padat yang rasanya sudah menjadi makanan sehari-hari membuat kita menjadi cepat jenuh dan lelah, yang berujung dengan kinerja kita yang menurun.  Nah kalau teman-teman sivitas Smansa sudah merasakan tanda-tanda ini, bisa jadi teman-teman ternyata mengalami Burnout . Hm... Apa, sih, Burnout itu? Burnout itu adalah...

[KAMUS 2021] Generasi Z dan Teknologi: Cyberbullying

 ― article by Artia Raisha (X-1) Hidup di era revolusi industri 4.0, menuntut kita sebagai anak muda untuk mahir dalam menggunakan teknologi. Namun, alangkah baiknya sebelum menggunakan teknologi kita dapat mengetahui etika dalam menggunakan teknologi tersebut, termasuk dalam penggunaan teknologi        digital. Kalian sudah pernah dengar cyberbullying? Cyberbullying adalah perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Kejahatan seperti ini bermula dari perilaku merendahkan martabat dan mengintimidasi orang lain melalui media maya. Tindakan bullying seperti ini lebih berbahaya, karena dapat dilakukan siapa  saja, kapan saja, dan dimana saja. Bagaimana contoh dari cyberbullying ? Menyebarkan sesuatu yang bukan fakta atau meyebarkan hal memalukan tentang seseorang, mengirim pesan dengan kata-kata yang tidak pantas yang berdampak pada mental seseorang, atau membuat sebuah akun palsu dengan mengatasnamakan seseorang kemudian men...