Langsung ke konten utama

[KAMUS 2021] Generasi Z dan Teknologi: Pengaruh Teknologi Terhadap Masa Depan generasi Z

  ― article by Nadhifah Hana (X-6)



Teknologi, merupakan suatu kata yang semakin berkembang dan berkaitan erat dengan zaman modern. Sehingga teknologi menjadi salah satu yang mempengaruhi kemajuan generasi dalam kehidupan yang terus berkembang. Teknologi merupakan hal yang tidak berujung dan terus berubah.

Dalam perkara teknologi ini, kemudian dikenal dengan istilah generasi Z. Suatu nama baru dalam periodisasi teknologi, merupakan mereka yang lahir mulai dari tahun 1996. Generasi ini berbeda dengan generasi milenial sesudahnya atau pun generasi sebelumnya. Pada generasi ini, mereka memiliki akses yang lebih mudah terhadap teknologi..

Teknologi memiliki peran besar dalam memengaruhi masa depan generasi Z, dengan peranan bahwa teknologi akan menggugah dan menciptakan versi yang berbeda dari diri mereka, namun dengan cara yang lebih efisien dan menghemat waktu mereka. Ini menginspirasi generasi Z untuk berani tampil beda.

Teknologi juga memiliki pengaruh besar bagi masyarakat, karena sebagian dari informasi akan tampil di mayarakat dan memiliki penilaian dari berbagai sisi masyarakat. Sehingga generasi Z kemungkinan besar dapat mempengaruhi masyarakat dalam dunia teknologi dan informasi. Beberapa dari mereka memiliki keinginan menjadi influencer, Youtuber ataupun menjadi gamer, cita-cita ini lah yang tidak terpikirkan oleh generasi sebelumnya.

Kemudian penggunaan kata orang, dapat mengarah kepada orang-orang yang memiliki pengaruh buruk dan orang-orang lainnya yang mengikutinya, seperti mempermainkan masalah agama yang cukup sensitif dikalangan masyarakat sebagai batu loncatan ego mereka. Sebagai influencer yang menjadi pelopor dalam sesuatu hal, maka mereka memiliki tanggung jawab yang besar terhadap efek dari hal yang mereka sebarkan.

Kemudian, generasi Z yang memiliki faktor penting berupa teknologi dan dunia informasi, memiliki kemungkinan lebih banyak menggunakan waktu mereka dengan duduk dan berkontribusi dengan gawai, ini juga dapat menimbulkan efek yang baik dan buruk. Generasi Z yang baik akan memikirkan langkah jauh dalam menggunakan gadget sebagai sarana yang bermanfaat.


Generasi Z yang menggunakan hampir seluruh waktunya memiliki kemungkinan besar akan melupakan dunia dan realitasnya. Seluruh kehidupan berpusat pada gawai. Dalam riset yang dilakukan tirto.id, sebanyak 7,1% dari 1.201 informan memilih untuk menjadi gamers atau menjadi youtuber yang menandakan kedekatan dengan pusat informasi dan teknologi dan menciptakan profesi baru. Diharapkan ini tidak menjadi pengalih bagi generasi Z dalam menjalani realitas kehidupan bersosial dan beragama.

Lalu, generasi Z memiliki inspirasi lain dalam menggunakan teknologi dan informasi sebagai saran untuk mendapatkan uang. Kembali lagi, ide terbanyak dan paling menguntungkan yang mereka dapatkan adalah dengan menjadi influencer aktif yang menginpirasi, memiliki banyak pengikut, dan terutama mendapatkan uang.

Seperti halnya dalam bermain saham, kebanyakan generasi Z yang berkontribusi dalam bidang ekonomi memiliki strategi dalam permainan saham, adapun dalam dunia informasi, mereka dapat menentukan informasi apa yang unggul dan memiliki banyak peminat hingga dunia teknologi dengan berbagai macam ide baru untuk pembuatan robot.

Generasi Z yang memiliki pengaruh besar pada generasi lainnya diharapkan memiliki rasa  tanggung jawab yang tinggi dalam perkembangan teknologi dan menjadi pemimpin pada konteksnya masing-masing.

 

 

Sumber : https://mudanews.com/sosial-budaya/2020/02/06/pengaruh-teknologi-terhadap-masa- depan-generasi-z/

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

When Reality Hits Worse Than a Hangover: It’s Gen-Z’s Survival Guide!

Artikel oleh Naya Shakila XII-8 “When Reality Hits Worse Than a Hangover: It’s Gen-Z’s Survival Guide!”           Hi, Smansa-fellas! Kembali lagi bersama blog CIRRUS karya remaja-remaja unik SMANSA! Gimana nih kabar temen-temen semua pasca liburan sekolah? Ada yang baca ini sambil males-malesan masuk sekolah? atau… males ketemu temen baru sehabis naik kelas? Waktu liburan sudah usai, tapi rasanya... HADUUHHH. Mata kayak dilakban, air pagi serasa duri, maunya sih liat alam dan gedung tinggi, jalan-jalan sambil pakai baju cantik. Eh nyatanya, udah harus balik sekolah, bergelut dengan tugas yang… ADUH! gak ada habisnya. Nah, maka dari itu, Blog CIRRUS kali ini akan membahas mengenai.. “CARA MENGATASI POST-HOLIDAY SYNDROME DENGAN CARA YANG GEN Z CODED BANGET!”           Teman-teman pembaca, sebagai Gen-Z pasti udah akrab banget nih sama feeling ini. Tapi tenang, jangan sampe Post-Holiday Syndrome bikin kita stuck di “delulu” mode p...

It's Okay to Move at Your Own Pace

It's Okay to Move at Your Own Pace Halo, teman-teman sivitas Smansa! Setelah beberapa lama beristirahat, blog unik milik CIRRUS dengan karya remaja-remaja unik Smansa kembali lagi, nih! Bagaimana kabarnya,teman-teman semua? Mungkin kebanyakan dari teman-teman sekarang, pasti lagi merasa lelah, capek, dan bahkan burn out karena Smansa lagi super hectic akhir-akhir ini. Dengan cuaca yang penuh teka-teki, semoga teman-teman bisa menjaga kesehatan dan terhindar dari penyakit, ya! Ngomong-ngomong soal burn out, di masa remaja seperti kita ini, tentunya kita sering dihadapi dengan kesulitan-kesulitan; entah pelajaran atau akademis, atau bahkan organisasi! Kadang-kadang, jadwal padat yang rasanya sudah menjadi makanan sehari-hari membuat kita menjadi cepat jenuh dan lelah, yang berujung dengan kinerja kita yang menurun.  Nah kalau teman-teman sivitas Smansa sudah merasakan tanda-tanda ini, bisa jadi teman-teman ternyata mengalami Burnout . Hm... Apa, sih, Burnout itu? Burnout itu adalah...

[KAMUS 2021] Generasi Z dan Teknologi: Cyberbullying

 ― article by Artia Raisha (X-1) Hidup di era revolusi industri 4.0, menuntut kita sebagai anak muda untuk mahir dalam menggunakan teknologi. Namun, alangkah baiknya sebelum menggunakan teknologi kita dapat mengetahui etika dalam menggunakan teknologi tersebut, termasuk dalam penggunaan teknologi        digital. Kalian sudah pernah dengar cyberbullying? Cyberbullying adalah perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Kejahatan seperti ini bermula dari perilaku merendahkan martabat dan mengintimidasi orang lain melalui media maya. Tindakan bullying seperti ini lebih berbahaya, karena dapat dilakukan siapa  saja, kapan saja, dan dimana saja. Bagaimana contoh dari cyberbullying ? Menyebarkan sesuatu yang bukan fakta atau meyebarkan hal memalukan tentang seseorang, mengirim pesan dengan kata-kata yang tidak pantas yang berdampak pada mental seseorang, atau membuat sebuah akun palsu dengan mengatasnamakan seseorang kemudian men...