Langsung ke konten utama

[KAMUS 2021] Generasi Z dan Teknologi

― article by Brianita W. (XI-7)

 


Siapa kah yang di sebut dengan Generasi Z? Generasi Z/Gen Z merupakan sebutan bagi mereka yang lahir pada tahun 1997 – 2012. Generasi Z ini dilabeli dengan generasi yang minim batasan (boundary less generation). Karakter Gen Z lebih beragam, bersifat global, dan memberikan pengaruh budaya dan sikap pada kebanyakan masyarakat. Satu hal yang sangat menonjol dengan Gen Z adalah mereka mampu memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin. Gen Z menggunakan teknologi sudah selayaknya mereka bernapas dengan alami. 

Dilansir dari artikel milik Bruce Tulgan dan RainmakerThinking, Inc. berjudul “Meet Generation Z : The Second Generation within The Giant Millenial Cohort”, ditemukan lima karakteristik utama dari Gen Z yang membedakannya dengan generasi sebelumnya. 

Yang pertama adalah media sosial. Media sosial merupakan gambaran masa depan generasi Gen Z. Gen Z merupakan generasi yang tidak pernah mengenal dunia yang benar-benar terasing dari keberadaan orang lain. Media sosial menjadi jembatan atas keterasingan tersebut. Media sosial membuat semua orang dapat terhubung, berkomunikasi, dan berinteraksi dimanapun serta kapanpun. Hal ini juga berhubungan dengan karakteristik yang kedua, yaitu keterhubungan antara Gen Z dan orang lain adalah hal yang terpenting. Yang ketiga adalah kesenjangan keterampilan. Hal ini menyebabkan upaya mentransfer keterampilan dari generasi sebelumnya harus dilakukan secara intensif. Keempat, kemudahan Gen Z untuk menjelajah dan terkoneksi dengan banyak orang di berbagai tempat secara virtual, tetapi menyebabkan pengalaman generasi ini untuk melakukan penjelajahan secara geografis menjadi terbatas. Meski begitu, kemudahan mereka terhubung dengan banyak orang dari belahan dunia menyebabkan Gen Z memiliki pola pikir global. Dan yang terakhir yaitu yang kelima adalah keterbukaan generasi ini dalam menerima berbagai pandangan dan pola pikir. Namun hal ini berdampak pada mereka menjadi sulit untuk mendefinisakan dirinya sendiri. Identitas yang terbentuk seringkali berubah berdasarkan pada hal yang mereka terima.

Apakah hubungan antara Gen Z dan teknologi? Pada masa ini, teknologi sudah sangat berkembang. Perkembangan teknologi ini sangat mempengaruhi keadaan era saat ini. Termasuk masa depan Gen Z yang merupakan generasi yang paling mendominasi pada saat ini.

Media sosial merupakan salah satu bentuk dari adanya perkembangan teknologi. Seperti yang sudah di sebutkan tadi, media sosial merupakan gambaran masa depan Generasi Z. Dalam riset Getting to Know Gen Z: How The Pivotal Generation is Different From Millenials yang dilakukan oleh Barkley dan FutureCast, Instagram menjadi sumber dan tempat inspirasi Gen Z. Berdasarkan riset yang dilakukan Tirto, kehadiran media sosial ini memunculkan cita-cita yang tergolong baru, seperti gamer, dan YouTuber. Hal tersebut menandakan begitu dekatnya Generasi Z dengan teknologi, khususnya media sosial. Walaupun pun Generasi Z sudah berinteraksi dengan teknologi sejak lahir serta akrab dengan media sosial, mereka masih menganggap penting interaksi  manusia di tempat kerja.



Sumber:

https://puslitjakdikbud.kemdikbud.go.id/produk/artikel/detail/3133/gen-z-dominan-apa- maknanya-bagi-pendidikan-kita

https://tirto.id/bagaimana-teknologi-memengaruhi-masa-depan-generasi-z-cFHP

https://www.antaranews.com/berita/798092/gen-z-gabungkan-teknologi-dengan-interaksi-sosial

Komentar

Postingan populer dari blog ini

When Reality Hits Worse Than a Hangover: It’s Gen-Z’s Survival Guide!

Artikel oleh Naya Shakila XII-8 “When Reality Hits Worse Than a Hangover: It’s Gen-Z’s Survival Guide!”           Hi, Smansa-fellas! Kembali lagi bersama blog CIRRUS karya remaja-remaja unik SMANSA! Gimana nih kabar temen-temen semua pasca liburan sekolah? Ada yang baca ini sambil males-malesan masuk sekolah? atau… males ketemu temen baru sehabis naik kelas? Waktu liburan sudah usai, tapi rasanya... HADUUHHH. Mata kayak dilakban, air pagi serasa duri, maunya sih liat alam dan gedung tinggi, jalan-jalan sambil pakai baju cantik. Eh nyatanya, udah harus balik sekolah, bergelut dengan tugas yang… ADUH! gak ada habisnya. Nah, maka dari itu, Blog CIRRUS kali ini akan membahas mengenai.. “CARA MENGATASI POST-HOLIDAY SYNDROME DENGAN CARA YANG GEN Z CODED BANGET!”           Teman-teman pembaca, sebagai Gen-Z pasti udah akrab banget nih sama feeling ini. Tapi tenang, jangan sampe Post-Holiday Syndrome bikin kita stuck di “delulu” mode p...

It's Okay to Move at Your Own Pace

It's Okay to Move at Your Own Pace Halo, teman-teman sivitas Smansa! Setelah beberapa lama beristirahat, blog unik milik CIRRUS dengan karya remaja-remaja unik Smansa kembali lagi, nih! Bagaimana kabarnya,teman-teman semua? Mungkin kebanyakan dari teman-teman sekarang, pasti lagi merasa lelah, capek, dan bahkan burn out karena Smansa lagi super hectic akhir-akhir ini. Dengan cuaca yang penuh teka-teki, semoga teman-teman bisa menjaga kesehatan dan terhindar dari penyakit, ya! Ngomong-ngomong soal burn out, di masa remaja seperti kita ini, tentunya kita sering dihadapi dengan kesulitan-kesulitan; entah pelajaran atau akademis, atau bahkan organisasi! Kadang-kadang, jadwal padat yang rasanya sudah menjadi makanan sehari-hari membuat kita menjadi cepat jenuh dan lelah, yang berujung dengan kinerja kita yang menurun.  Nah kalau teman-teman sivitas Smansa sudah merasakan tanda-tanda ini, bisa jadi teman-teman ternyata mengalami Burnout . Hm... Apa, sih, Burnout itu? Burnout itu adalah...

[KAMUS 2021] Generasi Z dan Teknologi: Cyberbullying

 ― article by Artia Raisha (X-1) Hidup di era revolusi industri 4.0, menuntut kita sebagai anak muda untuk mahir dalam menggunakan teknologi. Namun, alangkah baiknya sebelum menggunakan teknologi kita dapat mengetahui etika dalam menggunakan teknologi tersebut, termasuk dalam penggunaan teknologi        digital. Kalian sudah pernah dengar cyberbullying? Cyberbullying adalah perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Kejahatan seperti ini bermula dari perilaku merendahkan martabat dan mengintimidasi orang lain melalui media maya. Tindakan bullying seperti ini lebih berbahaya, karena dapat dilakukan siapa  saja, kapan saja, dan dimana saja. Bagaimana contoh dari cyberbullying ? Menyebarkan sesuatu yang bukan fakta atau meyebarkan hal memalukan tentang seseorang, mengirim pesan dengan kata-kata yang tidak pantas yang berdampak pada mental seseorang, atau membuat sebuah akun palsu dengan mengatasnamakan seseorang kemudian men...