Langsung ke konten utama

KAMUS 2022 | Defia Rosmaniar, Sang Peraih Medali Emas di Asian Games 2018

 ― artikel oleh Syifa Uli Medina (CIRRUS 46) 


    Defia Rosmaniar adalah seorang atlet taekwondo putri yang berhasil menyumbangkan medali emas pertama untuk Indonesia pada Asian Games 2018 lalu. Atlet kelahiran Bogor, 25 Mei 1995 ini berhasil meraih emas setelah mengalahkan Marjan Salahshouri, Taekwondoin asal Iran di nomor poomsae individu putri. Medali emas yang diraih oleh Kak Defia ternyata adalah yang pertama dari atlet Indonesia cabang olahraga Taekwondo pada Asian Games, loh!

    Tapi, tau nggak sih, kalau ternyata sebelumnya, Kak Defia sudah mencetak berbagai prestasi di bidang olahraga Taekwondo sejak umurnya 16 tahun. Ia memperoleh medali emas pertamanya pada U-17 Korea Open Gwangju 2012 dalam kategori individu dan campuran. Kemudian, Kak Defia makin sering ikut perlombaan baik di dalam maupun luar negeri. Namun, pada tahun 2013, Kak Defia sempat cedera lho, Teman-teman! Tapi hal itu tidak mematahkan semangat Kak Defia untuk terus mengukir prestasi. 

    Kak Defia terus meraih banyak medali pada ajang-ajang kompetisi Taekwondo, seperti medali emas U-29 Malaysia Open 2014 regu putri, Medali emas U-29 Chunceon Korea Open 2015 untuk tim campuran dan individu, medali emas U-30 Poomsae Taekwondo World Hanmadang 2016, dan masih banyak lagi.

    Ternyata, awalnya Kak Defia tidak terlalu suka dengan olahraga Taekwondo. Bahkan, dulu saat pertama kali berlatih, Kak Defia sempat bermalas-malasan. Namun karena sering berlatih, akhirnya Kak Defia menjadi suka dengan olahraga tersebut.

    Selain Taekwondo, Kak Defia juga hobby travelling dan menulis loh, teman-teman. Menurutnya, menulis itu lebih baik daripada menghabiskan waktu dengan gadget. Kak Defia juga sering loh, membagikan foto-foto momen liburannya ke sosial media!

    Siapa disini yang cita-citanya punya banyak prestasi kayak Kak Defia?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

When Reality Hits Worse Than a Hangover: It’s Gen-Z’s Survival Guide!

Artikel oleh Naya Shakila XII-8 “When Reality Hits Worse Than a Hangover: It’s Gen-Z’s Survival Guide!”           Hi, Smansa-fellas! Kembali lagi bersama blog CIRRUS karya remaja-remaja unik SMANSA! Gimana nih kabar temen-temen semua pasca liburan sekolah? Ada yang baca ini sambil males-malesan masuk sekolah? atau… males ketemu temen baru sehabis naik kelas? Waktu liburan sudah usai, tapi rasanya... HADUUHHH. Mata kayak dilakban, air pagi serasa duri, maunya sih liat alam dan gedung tinggi, jalan-jalan sambil pakai baju cantik. Eh nyatanya, udah harus balik sekolah, bergelut dengan tugas yang… ADUH! gak ada habisnya. Nah, maka dari itu, Blog CIRRUS kali ini akan membahas mengenai.. “CARA MENGATASI POST-HOLIDAY SYNDROME DENGAN CARA YANG GEN Z CODED BANGET!”           Teman-teman pembaca, sebagai Gen-Z pasti udah akrab banget nih sama feeling ini. Tapi tenang, jangan sampe Post-Holiday Syndrome bikin kita stuck di “delulu” mode p...

It's Okay to Move at Your Own Pace

It's Okay to Move at Your Own Pace Halo, teman-teman sivitas Smansa! Setelah beberapa lama beristirahat, blog unik milik CIRRUS dengan karya remaja-remaja unik Smansa kembali lagi, nih! Bagaimana kabarnya,teman-teman semua? Mungkin kebanyakan dari teman-teman sekarang, pasti lagi merasa lelah, capek, dan bahkan burn out karena Smansa lagi super hectic akhir-akhir ini. Dengan cuaca yang penuh teka-teki, semoga teman-teman bisa menjaga kesehatan dan terhindar dari penyakit, ya! Ngomong-ngomong soal burn out, di masa remaja seperti kita ini, tentunya kita sering dihadapi dengan kesulitan-kesulitan; entah pelajaran atau akademis, atau bahkan organisasi! Kadang-kadang, jadwal padat yang rasanya sudah menjadi makanan sehari-hari membuat kita menjadi cepat jenuh dan lelah, yang berujung dengan kinerja kita yang menurun.  Nah kalau teman-teman sivitas Smansa sudah merasakan tanda-tanda ini, bisa jadi teman-teman ternyata mengalami Burnout . Hm... Apa, sih, Burnout itu? Burnout itu adalah...

[KAMUS 2021] Generasi Z dan Teknologi: Cyberbullying

 ― article by Artia Raisha (X-1) Hidup di era revolusi industri 4.0, menuntut kita sebagai anak muda untuk mahir dalam menggunakan teknologi. Namun, alangkah baiknya sebelum menggunakan teknologi kita dapat mengetahui etika dalam menggunakan teknologi tersebut, termasuk dalam penggunaan teknologi        digital. Kalian sudah pernah dengar cyberbullying? Cyberbullying adalah perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Kejahatan seperti ini bermula dari perilaku merendahkan martabat dan mengintimidasi orang lain melalui media maya. Tindakan bullying seperti ini lebih berbahaya, karena dapat dilakukan siapa  saja, kapan saja, dan dimana saja. Bagaimana contoh dari cyberbullying ? Menyebarkan sesuatu yang bukan fakta atau meyebarkan hal memalukan tentang seseorang, mengirim pesan dengan kata-kata yang tidak pantas yang berdampak pada mental seseorang, atau membuat sebuah akun palsu dengan mengatasnamakan seseorang kemudian men...