Langsung ke konten utama

KAMUS 2022 | Kurikulum Terbaru 2022, Apa Kamu Sudah Tahu?

― artikel oleh Najla Afifah (CIRRUS 46)


  Hai, guys! Hari libur kaya gini udah tau berita hari ini belum? Di Indonesia kita sudah diberlakukan Kurikulum Merdeka lho. Apa sih Kurikulum Merdeka? Jadi, Kurikulum Merdeka atau juga bisa disebut dengan Kurikulum Merdeka Belajar adalah program Pendidikan yang secara resmi diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), yaitu Nadiem Makarim pada tanggal 11 Februari 2022.


  Kurikulum Merdeka ini diadakan untuk mengejar ketertinggalan Pendidikan Indonesia dari negara-negara lain. Kurikulum Merdeka ini sebenarnya masih menggunakan Kurikulum 2013, tetapi lebih di sederhanakan dan dijabarkan melalui Kurikulum Merdeka Ini. Akan tetapi, belum semua sekolah di Indonesia menggunakan Kurikulum Merdeka. Juga Kurikulum ini tidak mengandung paksaan untuk sekolah agar menggunakan Kurikulum Merdeka.  


  Terakhir, telah terdata 2.500 sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka ini dapat diaplikasikan mulai dari tingkat TK-B, SD dan SDLB kelas I dan IV, SMP DAN SMPLB kelas VII, SMA DAN SMALB kelas X. Oh iya, kurikulum ini bersifat opsi yang tidak diwajibkan untuk di ikuti oleh semua sekolah. 


  Kurikulum Merdeka ini menghapus peminatan seperti IPA, IPS, dan Bahasa. Jadi, pelajar yang berada di kelas X mempelajari semua bidang yang berada di IPA, IPS, maupun Bahasa. Pada Kurikulum ini, banyak sekali hal baru yang di pelajari, contoh nya P5 yaitu Projek Penguatan Profil Pemuda Pancasila. P5 ini akan menyajikan media berupa, tulisan, video, seni, maupun lainnya. 


  Oh iya, salah satu sekolah negeri yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka adalah SMA Negeri 1 Depok lho. Pada tahun 2022 ini, pelajar yang berada di kelas X tidak ada kelas peminatan, akan tetapi mereka mempelajari semua pelajaran, seperti Matematika, Fisika, Kimia, Geografi, Sosiologi, Bahasa, Pendidikan Jasmani, dan lainnya.


  Nah selanjutnya, apa kamu tahu manfaat dari Kurikulum Merdeka ini dan projek P5 nya? Berikut adalah beberapa manfaatnya. 

  1. Menjadikan P5 sebagai wadah yang menampung ide, kreatifitas, pengetahuan pelajar akan lingkungan sekitar, komunitas/organisasi serta keragaman yang ada.
  2. Dapat mengembangkan kemampuan serta kompetensi pribadi seorang pelajar Pancasila. 
  3. Menjadikan satuan pelajar yang dapat bekerja sama dan berkontribusi akan lingkungan, organisasi maupun yang berada di sekitarnya.


  Jadi itu adalah beberapa informasi tentang kurikulum merdeka yang dapat disampaikan pada kesempatan kali ini. Apakah sekolah kamu termasuk sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka? Jika iya, yuk bagikan kesan dan pengalaman mu terhadap Kurikulum terbaru ini!  


  


 




 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

When Reality Hits Worse Than a Hangover: It’s Gen-Z’s Survival Guide!

Artikel oleh Naya Shakila XII-8 “When Reality Hits Worse Than a Hangover: It’s Gen-Z’s Survival Guide!”           Hi, Smansa-fellas! Kembali lagi bersama blog CIRRUS karya remaja-remaja unik SMANSA! Gimana nih kabar temen-temen semua pasca liburan sekolah? Ada yang baca ini sambil males-malesan masuk sekolah? atau… males ketemu temen baru sehabis naik kelas? Waktu liburan sudah usai, tapi rasanya... HADUUHHH. Mata kayak dilakban, air pagi serasa duri, maunya sih liat alam dan gedung tinggi, jalan-jalan sambil pakai baju cantik. Eh nyatanya, udah harus balik sekolah, bergelut dengan tugas yang… ADUH! gak ada habisnya. Nah, maka dari itu, Blog CIRRUS kali ini akan membahas mengenai.. “CARA MENGATASI POST-HOLIDAY SYNDROME DENGAN CARA YANG GEN Z CODED BANGET!”           Teman-teman pembaca, sebagai Gen-Z pasti udah akrab banget nih sama feeling ini. Tapi tenang, jangan sampe Post-Holiday Syndrome bikin kita stuck di “delulu” mode p...

[KAMUS 2021] Generasi Z dan Teknologi: Cyberbullying

 ― article by Artia Raisha (X-1) Hidup di era revolusi industri 4.0, menuntut kita sebagai anak muda untuk mahir dalam menggunakan teknologi. Namun, alangkah baiknya sebelum menggunakan teknologi kita dapat mengetahui etika dalam menggunakan teknologi tersebut, termasuk dalam penggunaan teknologi        digital. Kalian sudah pernah dengar cyberbullying? Cyberbullying adalah perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Kejahatan seperti ini bermula dari perilaku merendahkan martabat dan mengintimidasi orang lain melalui media maya. Tindakan bullying seperti ini lebih berbahaya, karena dapat dilakukan siapa  saja, kapan saja, dan dimana saja. Bagaimana contoh dari cyberbullying ? Menyebarkan sesuatu yang bukan fakta atau meyebarkan hal memalukan tentang seseorang, mengirim pesan dengan kata-kata yang tidak pantas yang berdampak pada mental seseorang, atau membuat sebuah akun palsu dengan mengatasnamakan seseorang kemudian men...

Reset & Refresh : How to Start the New School Term with a Positive Mindset

Artikel oleh Ratu Sinta (CIRRUS 48)     Halo, sivitas SMANSA! Kembali lagi bersama blog CIRRUS, blog karya remaja-remaja penuh semangat dan cerita dari SMANSA! Gimana kabarnya nih teman-teman? Semoga selalu sehat dan semangat ya! Siapa di sini yang waktu liburan udah bilang dengan lantang, “Semester 2 aku harus semangat!” Tapi… pas masuk sekolah, liat kelas langsung ngantuk, liat kantin langsung pengen jajan, liat PR langsung pura-pura gak liat?      Iya, kita semua pasti relate banget! Liburan memang sudah lewat, tapi semangat buat semester baru tetap harus ada dong! Sekarang saatnya kita reset & refresh , menyambut semester dua dengan hati yang lebih ringan dan semangat yang baru. Yuk bareng-bareng kita mulai lagi dengan harapan segar, karena setiap tantangan di semester ini adalah kesempatan buat kita berkembang dan jadi lebih baik. Ayo, kita hadapi semuanya dengan pikiran positif! Bulan demi bulan udah kita lewati bareng, dan sekarang kita udah sampai d...