Langsung ke konten utama

KAMUS 2022 | Casu marzu, kuliner unik khas Italia. Berani coba?

  ― artikel oleh Zayyanah D. Izzah (CIRRUS 45) 


    Siapa disini yang suka keju? Pasti udah ga asing kan sama makanan ini. Biasanya ditaburkan di atas pisang goreng atau roti bakar. Beuhhh… enak banget pasti. Tapi tau ga sih temen-temen, di belahan bumi sana, keju yang mereka makan itu beda banget dengan yang kita ketahui disini. 


    Kalian tahu nggak sih, di kota Sardinia, Italia ada keju yang bernama Casu marzu. Keju ini dibuat menggunakan susu domba yang kemudian dibuat menjadi keju Pecorino. Keju ini dijemur dibawah sinar matahari. Setelah itu lalat-lalat Piophila casei akan datang dan bertelur di keju tersebut. Telur-telur tersebut akan menetas menjadi belatung yang akan memakan dan mencerna keju Pecorino. Keju pun akan membusuk dan berubah menjadi lunak dan cair. Keju ini dikatakan memiliki rasa kuat dan pedas. Sisa rasa keju tersebut akan bertahan selama berjam-jam saking kuatnya.


    Keju unik ini diberi julukan “World’s deadliest cheese”. Dikatakan bahwa Casu marzu bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Alasannya, belatung menciptakan penyakit myasis yaitu infeksi telur lalat yang akan berkembang di dalam tubuh manusia.


    Meski berbahaya tapi masih ada orang-orang yang meminati keju ini. Bahkan keju ini dihidangkan pada perayaan dan pesta pernikahan. 


    Jadi gimana nih temen-temen? Apa kalian berani nyobain keju unik ini?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

When Reality Hits Worse Than a Hangover: It’s Gen-Z’s Survival Guide!

Artikel oleh Naya Shakila XII-8 “When Reality Hits Worse Than a Hangover: It’s Gen-Z’s Survival Guide!”           Hi, Smansa-fellas! Kembali lagi bersama blog CIRRUS karya remaja-remaja unik SMANSA! Gimana nih kabar temen-temen semua pasca liburan sekolah? Ada yang baca ini sambil males-malesan masuk sekolah? atau… males ketemu temen baru sehabis naik kelas? Waktu liburan sudah usai, tapi rasanya... HADUUHHH. Mata kayak dilakban, air pagi serasa duri, maunya sih liat alam dan gedung tinggi, jalan-jalan sambil pakai baju cantik. Eh nyatanya, udah harus balik sekolah, bergelut dengan tugas yang… ADUH! gak ada habisnya. Nah, maka dari itu, Blog CIRRUS kali ini akan membahas mengenai.. “CARA MENGATASI POST-HOLIDAY SYNDROME DENGAN CARA YANG GEN Z CODED BANGET!”           Teman-teman pembaca, sebagai Gen-Z pasti udah akrab banget nih sama feeling ini. Tapi tenang, jangan sampe Post-Holiday Syndrome bikin kita stuck di “delulu” mode p...

It's Okay to Move at Your Own Pace

It's Okay to Move at Your Own Pace Halo, teman-teman sivitas Smansa! Setelah beberapa lama beristirahat, blog unik milik CIRRUS dengan karya remaja-remaja unik Smansa kembali lagi, nih! Bagaimana kabarnya,teman-teman semua? Mungkin kebanyakan dari teman-teman sekarang, pasti lagi merasa lelah, capek, dan bahkan burn out karena Smansa lagi super hectic akhir-akhir ini. Dengan cuaca yang penuh teka-teki, semoga teman-teman bisa menjaga kesehatan dan terhindar dari penyakit, ya! Ngomong-ngomong soal burn out, di masa remaja seperti kita ini, tentunya kita sering dihadapi dengan kesulitan-kesulitan; entah pelajaran atau akademis, atau bahkan organisasi! Kadang-kadang, jadwal padat yang rasanya sudah menjadi makanan sehari-hari membuat kita menjadi cepat jenuh dan lelah, yang berujung dengan kinerja kita yang menurun.  Nah kalau teman-teman sivitas Smansa sudah merasakan tanda-tanda ini, bisa jadi teman-teman ternyata mengalami Burnout . Hm... Apa, sih, Burnout itu? Burnout itu adalah...

[KAMUS 2021] Generasi Z dan Teknologi: Cyberbullying

 ― article by Artia Raisha (X-1) Hidup di era revolusi industri 4.0, menuntut kita sebagai anak muda untuk mahir dalam menggunakan teknologi. Namun, alangkah baiknya sebelum menggunakan teknologi kita dapat mengetahui etika dalam menggunakan teknologi tersebut, termasuk dalam penggunaan teknologi        digital. Kalian sudah pernah dengar cyberbullying? Cyberbullying adalah perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Kejahatan seperti ini bermula dari perilaku merendahkan martabat dan mengintimidasi orang lain melalui media maya. Tindakan bullying seperti ini lebih berbahaya, karena dapat dilakukan siapa  saja, kapan saja, dan dimana saja. Bagaimana contoh dari cyberbullying ? Menyebarkan sesuatu yang bukan fakta atau meyebarkan hal memalukan tentang seseorang, mengirim pesan dengan kata-kata yang tidak pantas yang berdampak pada mental seseorang, atau membuat sebuah akun palsu dengan mengatasnamakan seseorang kemudian men...