Langsung ke konten utama

Lato-Lato

Artikel oleh Raden Masayu

 

    Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan mainan yang sedang trend saat ini,  dan umumnya dimainkan oleh anak anak di sepanjang jalan yang berbunyi tek tek tek.  Ya, benar ini adalah Lato-Lato. Jadi sebenarnya Lato-lato itu apa, sih?

    Jadi, Lato-lato sendiri merupakan permainan dua buah bola yang berat lalu diikat dengan tali cara memainkannya yaitu dengan dibenturkan satu sama lain hingga berbunyi.  Lato-Lato ini berasal dari Amerika serikat dan juga Eropa. Di Eropa, lato-lato sering disebut clackers, click-clacks, knockers, ker-bangers dan clankers. Sedangkan di Amerika Serikat, selain clackers ball, ada juga yang menyebutnya Newton's yo yo. Di Indonesia sendiri Lato-lato berasal dari bahasa Bugis yaitu Kajao Kajao yang memiliki arti nenek-nenek.

    Selain itu kalian tau gak siapa penemu Lato-lato ini? Dikutip dari berbagai sumber, Lato-lato merupakan permainan yang berasal dari Amerika Serikat. Salah seorang penemu mainan Lato-lato adalah Marvin Glass asal Chicago, Amerika Serikat dengan nama clackers balls toys pada akhir era 1960-an, dan kemudian kian populer pada awal era 1970-an.

    Di Indonesia sendiri Lato-lato sudah ada sejak tahun 1990-an, Lato-lato ini sebenarnya bukan mainan yang muncul baru-baru ini. Lato-lato kembali menjadi perbincangan karena adanya teknologi seperti media sosial yang membuat namanya menjadi booming. Mainan ini bukan hanya untuk anak-anak tetapi kalangan orang dewasa pun juga memainkan nya. Setiap hal yang ada pasti memiliki dampak positif dan negatif, ada nya Lato-lato pun juga memiliki dampak positif dan negatif. Dimulai dari dampak positifnya yaitu dapat menstimulasi kemampuan motorik anak dan meningkatkan fungsi koordinasi kemampuan antara kognitif dan motorik. Oh iya, dampak positif lainnya yaitu Lato-lato dapat mengalihkan penggunaan gadget pada anak, loh. Setelah membahas dampak positifnya, kita bahas dampak negatif nya yaitu, menimbulkan suara yang berisik dan juga jika tidak hati-hati dalam memainkan Lato-lato tangan kita bisa lebam atau terluka akibat terkena Lato-lato, jadi bagi kalian yang mau main lato-lato harus berhati-hati ya, guys!

Komentar

  1. Yang sangat positif selain yg dijelaskan di artikel di atas adalah anak anak berkurang bermain android

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

When Reality Hits Worse Than a Hangover: It’s Gen-Z’s Survival Guide!

Artikel oleh Naya Shakila XII-8 “When Reality Hits Worse Than a Hangover: It’s Gen-Z’s Survival Guide!”           Hi, Smansa-fellas! Kembali lagi bersama blog CIRRUS karya remaja-remaja unik SMANSA! Gimana nih kabar temen-temen semua pasca liburan sekolah? Ada yang baca ini sambil males-malesan masuk sekolah? atau… males ketemu temen baru sehabis naik kelas? Waktu liburan sudah usai, tapi rasanya... HADUUHHH. Mata kayak dilakban, air pagi serasa duri, maunya sih liat alam dan gedung tinggi, jalan-jalan sambil pakai baju cantik. Eh nyatanya, udah harus balik sekolah, bergelut dengan tugas yang… ADUH! gak ada habisnya. Nah, maka dari itu, Blog CIRRUS kali ini akan membahas mengenai.. “CARA MENGATASI POST-HOLIDAY SYNDROME DENGAN CARA YANG GEN Z CODED BANGET!”           Teman-teman pembaca, sebagai Gen-Z pasti udah akrab banget nih sama feeling ini. Tapi tenang, jangan sampe Post-Holiday Syndrome bikin kita stuck di “delulu” mode p...

It's Okay to Move at Your Own Pace

It's Okay to Move at Your Own Pace Halo, teman-teman sivitas Smansa! Setelah beberapa lama beristirahat, blog unik milik CIRRUS dengan karya remaja-remaja unik Smansa kembali lagi, nih! Bagaimana kabarnya,teman-teman semua? Mungkin kebanyakan dari teman-teman sekarang, pasti lagi merasa lelah, capek, dan bahkan burn out karena Smansa lagi super hectic akhir-akhir ini. Dengan cuaca yang penuh teka-teki, semoga teman-teman bisa menjaga kesehatan dan terhindar dari penyakit, ya! Ngomong-ngomong soal burn out, di masa remaja seperti kita ini, tentunya kita sering dihadapi dengan kesulitan-kesulitan; entah pelajaran atau akademis, atau bahkan organisasi! Kadang-kadang, jadwal padat yang rasanya sudah menjadi makanan sehari-hari membuat kita menjadi cepat jenuh dan lelah, yang berujung dengan kinerja kita yang menurun.  Nah kalau teman-teman sivitas Smansa sudah merasakan tanda-tanda ini, bisa jadi teman-teman ternyata mengalami Burnout . Hm... Apa, sih, Burnout itu? Burnout itu adalah...

[KAMUS 2021] Generasi Z dan Teknologi: Cyberbullying

 ― article by Artia Raisha (X-1) Hidup di era revolusi industri 4.0, menuntut kita sebagai anak muda untuk mahir dalam menggunakan teknologi. Namun, alangkah baiknya sebelum menggunakan teknologi kita dapat mengetahui etika dalam menggunakan teknologi tersebut, termasuk dalam penggunaan teknologi        digital. Kalian sudah pernah dengar cyberbullying? Cyberbullying adalah perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Kejahatan seperti ini bermula dari perilaku merendahkan martabat dan mengintimidasi orang lain melalui media maya. Tindakan bullying seperti ini lebih berbahaya, karena dapat dilakukan siapa  saja, kapan saja, dan dimana saja. Bagaimana contoh dari cyberbullying ? Menyebarkan sesuatu yang bukan fakta atau meyebarkan hal memalukan tentang seseorang, mengirim pesan dengan kata-kata yang tidak pantas yang berdampak pada mental seseorang, atau membuat sebuah akun palsu dengan mengatasnamakan seseorang kemudian men...