Langsung ke konten utama

Scheduling? Apakah Sulit?


    Pukul 3 sore ini kamu harus mengumpulkan 2 tugas tertulis dan 1 tugas video. Stres nggak, sih? Rasanya ingin menghambur ke mal agar lupa rasanya punya beban. Tapi, kamu tahu kabur bukanlah jawabannya. Setelah mengecek lagi total tugas, ternyata 2 dari 3 tugas telah diberikan sejak berminggu-minggu lalu. Dengan penyesalan, kamu mengerjakan ketiganya dalam kurun waktu yang singkat, sambil berharap dapat mengembalikan waktu ke masa lalu. Namun seberapa keras kamu mencoba, kamu bukan Dr. Strange. Kamu harus bisa mengatur jadwalmu dari sekarang dan CIRRUS punya tips supaya kamu di masa depan tidak berharap untuk kembali ke masa kini!


  1. Kelompokkan Tugasmu (Do Now or Later?)

Gunakan cara berikut untuk mengorganisir tugas-tugasmu. Hal ini akan membuat kamu lebih produktif dalam bekerja. Kelompokkan tugas-tugas berdasarkan tenggat waktu (due date/deadline) dan kepentingannya.

Yang pertama, kerjakan sekarang. Kolom ini harus kamu isi dengan tenggat waktu paling dekat yang memiliki kepentingan paling tinggi juga. Hal itu dapat termasuk dengan pengerjaan yang lama dan butuh perhatian penuh, contohnya adalah tugas matematika dan membuat video.


Di kolom kedua dan ketiga terdapat kerjakan nanti. Akan lebih baik mengerjakan tugas dengan tenggat waktu yang dekat alih-alih tenggat waktu yang jauh bahkan tidak memiliki tenggat waktu. Kolom ketiga dapat dikerjakan setelah kolom kedua selesai. Mengumpulkan catatan jadi satu akan jadi lebih penting ketika sudah ditentukan tenggat waktunya, lain dengan membaca buku paket tanpa tenggat waktu. 


Jangan kerjakan pada kolom keempat bukan berarti kamu tidak boleh melakukannya, namun hanya dapat dilakukan setelah kolom pertama, kedua, dan ketiga selesai. Contohnya adalah membaca novel. Novelmu tidak akan kemana-mana, peperangannya abadi di tiap lembar bukumu.


  1. Rencana Mingguan (Weekly To-Do List Planner)

Terdengar biasa-biasa saja, seperti tips lainnya. Memang betul. Kamu perlu mengurutkan apa yang perlu kamu kerjakan dalam seminggu. Jangan urutkan tenggat waktunya, melainkan urutkan kapan kamu perlu melaksanakan tugasmu. Misalnya tenggat waktu tugas sejarah adalah hari Kamis, maka kamu perlu menulis ‘kerjakan tugas sejarah’ pada hari Rabu. Dengan begitu, kamu dapat menyelesaikan tugas lebih cepat dan memiliki lebih banyak waktu untuk dirimu sendiri.



  1. Selipkan Waktu Luang (Spare Your Time)

Jangan lupa untuk menyisipkan waktu luang pada rencana mingguanmu. Sejak hari Senin hingga Jumat, kamu telah melaksanakan kewajibanmu. Penting diingat bahwa kamu juga manusia, kamu butuh istirahat. Pada waktu luangmu, lakukan hobimu atau hal yang ingin kamu coba. Selain itu, kamu dapat melaksanakan kolom 4 pada poin pertama di waktu luangmu. Tontonlah serial Netflixmu, belilah makanan dan minuman favoritmu, bacalah novelmu, pergilah berolahraga, atau tidurlah sepuasmu. Dengan begitu, kamu dapat menyambut pekan berikutnya dengan suasana hati yang menyenangkan.


  1. Nyalakan Pengingat (Set Reminder)

Lupa seringkali dialami walaupun sudah memiliki rencana mingguan. Hal itu biasanya terjadi karena adanya distraksi. Tenang saja, kamu bukan pikun, fokusmu hanya teralihkan. Yang seharusnya menonton materi kimia, malah berakhir pada episode 6 Squid Game. Untuk itu, kamu butuh pengingat! Jangan sampai, istirahatmu justru membuat kamu terlena! Kamu dapat memasang pengingat berupa digital dan non-digital


Kamu selalu memegang ponselmu, ‘kan? Pasang pengingat dari sana, entah timer atau alarm. Selama kamu dapat menyadari sudah waktunya kembali mengerjakan kewajibanmu, itu dapat digunakan. Sementara itu, pengingat non-digital dapat berupa sticky notes. Kamu dapat menempelkannya di meja belajarmu atau laptopmu. Di mana pun yang dapat membuatmu ingat.



  1. Bangun dan Kerjakan! (Wake Up and Actually Do It!)

Yang terakhir dan tidak kalah penting: benar-benar mengerjakannya! Semuanya hanyalah wacana belaka jika tidak kamu kerjakan. Mungkin sekarang kamu ada di tempat tidurmu, mengabaikan jadwal yang telah kamu susun rapi. Tugas telah kamu sortir, lalu kamu tempatkan ke dalam rencana mingguanmu yang seimbang dengan waktu istirahatmu, pun dengan pengingatmu. Namun, apabila kamu tidak bangun dan mengerjakannya, tugas-tugas itu hanya akan menumpuk dan berujung kembali ke penyesalan.



Nyatanya, scheduling tidak sulit, ‘kan? Semua kembali pada niat diri masing-masing. Semoga dengan tips dari CIRRUS, kamu dapat membangun kehidupan yang seimbang antara kewajibanmu dan hakmu.



Ditulis oleh : Rizki Aulia Rahma, XI IPA 3

Komentar

  1. KEREN! Emang bener ya, aku relate banget. Kalau kita udah scheduling serapi apapun, tapi pasrah terus sama gaya gravitasi kasur, pasti tugas-tugasnya nggak bakal selesai T_T. Thanks a lot for the tips and reminder, Kak Kiky! :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

When Reality Hits Worse Than a Hangover: It’s Gen-Z’s Survival Guide!

Artikel oleh Naya Shakila XII-8 “When Reality Hits Worse Than a Hangover: It’s Gen-Z’s Survival Guide!”           Hi, Smansa-fellas! Kembali lagi bersama blog CIRRUS karya remaja-remaja unik SMANSA! Gimana nih kabar temen-temen semua pasca liburan sekolah? Ada yang baca ini sambil males-malesan masuk sekolah? atau… males ketemu temen baru sehabis naik kelas? Waktu liburan sudah usai, tapi rasanya... HADUUHHH. Mata kayak dilakban, air pagi serasa duri, maunya sih liat alam dan gedung tinggi, jalan-jalan sambil pakai baju cantik. Eh nyatanya, udah harus balik sekolah, bergelut dengan tugas yang… ADUH! gak ada habisnya. Nah, maka dari itu, Blog CIRRUS kali ini akan membahas mengenai.. “CARA MENGATASI POST-HOLIDAY SYNDROME DENGAN CARA YANG GEN Z CODED BANGET!”           Teman-teman pembaca, sebagai Gen-Z pasti udah akrab banget nih sama feeling ini. Tapi tenang, jangan sampe Post-Holiday Syndrome bikin kita stuck di “delulu” mode p...

[KAMUS 2021] Generasi Z dan Teknologi: Cyberbullying

 ― article by Artia Raisha (X-1) Hidup di era revolusi industri 4.0, menuntut kita sebagai anak muda untuk mahir dalam menggunakan teknologi. Namun, alangkah baiknya sebelum menggunakan teknologi kita dapat mengetahui etika dalam menggunakan teknologi tersebut, termasuk dalam penggunaan teknologi        digital. Kalian sudah pernah dengar cyberbullying? Cyberbullying adalah perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Kejahatan seperti ini bermula dari perilaku merendahkan martabat dan mengintimidasi orang lain melalui media maya. Tindakan bullying seperti ini lebih berbahaya, karena dapat dilakukan siapa  saja, kapan saja, dan dimana saja. Bagaimana contoh dari cyberbullying ? Menyebarkan sesuatu yang bukan fakta atau meyebarkan hal memalukan tentang seseorang, mengirim pesan dengan kata-kata yang tidak pantas yang berdampak pada mental seseorang, atau membuat sebuah akun palsu dengan mengatasnamakan seseorang kemudian men...

Reset & Refresh : How to Start the New School Term with a Positive Mindset

Artikel oleh Ratu Sinta (CIRRUS 48)     Halo, sivitas SMANSA! Kembali lagi bersama blog CIRRUS, blog karya remaja-remaja penuh semangat dan cerita dari SMANSA! Gimana kabarnya nih teman-teman? Semoga selalu sehat dan semangat ya! Siapa di sini yang waktu liburan udah bilang dengan lantang, “Semester 2 aku harus semangat!” Tapi… pas masuk sekolah, liat kelas langsung ngantuk, liat kantin langsung pengen jajan, liat PR langsung pura-pura gak liat?      Iya, kita semua pasti relate banget! Liburan memang sudah lewat, tapi semangat buat semester baru tetap harus ada dong! Sekarang saatnya kita reset & refresh , menyambut semester dua dengan hati yang lebih ringan dan semangat yang baru. Yuk bareng-bareng kita mulai lagi dengan harapan segar, karena setiap tantangan di semester ini adalah kesempatan buat kita berkembang dan jadi lebih baik. Ayo, kita hadapi semuanya dengan pikiran positif! Bulan demi bulan udah kita lewati bareng, dan sekarang kita udah sampai d...